ANTARA PT BICYCLE INDONESIA
DENGAN
PT CITRA INDONESIA
Perjanjian ini dibuat pada hari ini, tanggal 5 Juni 2010 di Jakarta oleh pihak-pihak yang bertandatangan dibawah ini:
1. M Galih Indra P Direktur PT BICYCLE INDONESIA berkedudukan di Jakarta.
Gedung Ampera, Lantai 8 JL Jenderal Sudirman Kav 29 Jakarta 12190, dalam
hal ini bersama sama bertindak dalam jabatanya tersebut berdasarkan
pasal 11 butir 3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimuat dalam Akte
Pendirian No 9 tanggal enam bulan juni tahun seribu sembilan ratus
Sembilan puluh sembilan (9-6-1999) dibuat dihadapan Amrianti S,S.H
Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia tanggal enam bulan januari tahun dua ribu, demikian
itu sah mewakili PT BICYCLE INDONESIA yang selanjutnya disebut PRINSIPAL
2. Andri Rizal Direktur PT CITRA INDONESIA berkedudukan di Bandung.
Gedung Permata, JL cimahi No 29, Bandung 45654 hal ini bersama sama
bertindak dalam jabatanya tersebut berdasarkan pasal 15 butir 6 Anggaran
Dasar Perseroan yang dimuat dalam Akte Pendirian No 10 tanggal sembilan
bulan Juli tahun dua
ribu lima (9-7-2005) dibuat dihadapan Sugiman M,S.H Notaris di Jakarta,
yang telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia
tanggal sembilanbelas bulan januari tahun dua ribu enam, demikian itu
sah mewakili PT BICYCLE INDONESIA yang selanjutnya disebut AGEN
Terlebih dahulu menerangkan bahwa:
a. PRINSIPAL adalah badan hukum Indonesia yang bergerak sebagai
produsen sepeda dan spare pat, sebagaimana di nyatakan dalam Anggaran
Dasar Perusahaan bermaksud untuk menjalin kerjasama keagenan dalam hal
penjualan produk sepeda dan sparepart
b. AGEN adalah badan hukum Indonesia yang melakukan kegiatan usaha
keagenan di wilayah tempat kedudukan badan hokum, bermaksud untuk
menjalin kerjasama sebagai agen tunggal di wilayah tempat Badan Hukum
berada
Berdasarkan hal-hal yang menjadi tujuan Para Pihak, dengan ini para
pihak menyatakan diri untuk saling terikat sebagi PRINSIPAL dan AGEN
dalam perjanjian KEAGENAN ini dan telah mempertimbangkan dan menyetujui
hal hal sebagai berikut:
PASAL 1
PENGANGKATAN AGEN
Dengan ini PRINSIPAL mengangkat AGEN sebagai AGEN Tunggal pemasaran
resmi Produk produk PRINSIPAL, sesuai dengan syarat-syarat dalam
perjanjian ini dan dalam dokumen lain yang termasuk dalam kesepakatan
bersama, untuk melakukan pemasaran produk PRINSIPAL di wilayah Bandung
dan sekitarnya atau wilayah lain yang di setujui oleh PRINSIPAL sesuai
dengan syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.
PASAL 2
TUGAS AGEN DAN PRINSIPAL
1. PENJUALAN
a. AGEN berusaha dengan segala kemampuanya untuk mempromosikan dan meningkatkan penjualan Produk PRINSIPAL di wilayahnya.
b. AGEN akan selalu berusaha menjaga nama baik PRINSIPAL dengan
memberikan service yang wajar pada Konsumen tanpa mengurangi dan/atau
menambahkan standarisasi perakitan dan perawatan serta spesifikasi
produk
c. Periklanan Produk PRINSIPAL dengan media cetak diwilayah
penjualannya menjadi kewajiban AGEN untuk pengadaanya dengan biaya yang
ditanggung oleh AGEN sendiri
d. PRINSIPAL menjamin bebasnya produk dari kerusakan dan cacat
produksi serta akan mengganti produk yang tidak sesai dengan spesifikasi
serta apabila adanya cacat produksi didalam produk tersebut apabila
laporan adanya kerusakan tersebut dilaporkan dalam waktu 1 minggu
setelah produk berada ditangan Konsumen tanpa membebankan apapun pada
AGEN dan Konsumen
2. LAPORAN
a. AGEN wajib menyampaikan laporan kepada PRINSIPAL setiap dua bulan
yang berisi jumlah Produk yang telah terjual, garfik permintaan, serta
hal lain yang diminta
oleh PRINSIPAL yang berhubungan dengan penjualan, dengan mengirimkanya melalui media elektronik berupa E-Mail
b. AGEN wajib menyampaikan laporan mengenai keluhan serta klaim yang
di terimanya dari Konsumen kepada PRINSIPAL melalui media elektronik
berupa E-Mail
PASAL 3
PROMOSI dan INFORMASI
1. PRINSIPAL bersama sama dengan seluruh AGEN diseluruh Indonesia
bersama sama menanggung biaya Periklanan dalam hal mempromosikan produk
PRINSIPAL yang ditujukan melalui media elektronik, seperti Televisi dan
WEBsite atau media lain yang bersekala Nasional dengan porsi tanggungan
sebagai berikut :
PRINSIPAL : 70%Seluruh AGEN : 30%
2. PRINSIPAL tanpa meminta kompensasi biaya atau potongan apapun akan
menyediakan Brosur dan Katalog yang berisi spesifikasi dan harga produk
PRINSIPAL kepada AGEN sitiap ada perubahan atau penambahan item produk
PRINSIPAL.
3. AGEN dapat mencantumkan nama PRINSIPAL pada hal-hal yang wajar
atas persetujuan PRINSIPAL agar diketahui umum bahwa perusahaan tersebut
adalah Agen dari Prinsipal dan/atau Produk yang bersangkutan selama
berlakunya perjanjian
4. Segala Informasi yang diterima oleh AGEN mengenai produk PRINSIPAL
yang menjadi rahasia dagang PRINSIPAL harus dijaga kerahasiaanya oleh
AGEN dalamkondisi apapun dari pihak lain tanpa persetujuan PRINSIPAL.
5. AGEN diwajibkan mengembalikan kepada PRINSIPAL semua bahan-bahan
dokumen yang diberikan kepada AGEN, dan tidak diperkenankan memanfaatkan
data informasi dan rahasia dagang sebagaimana dinyatakan dalam
perjanjian ini pada saat berakhirnya perjanjian atau putusnya perjanjian
dengan pihak PRINSIPAL
PASAL 4
BANTUAN PELATIHAN
1. Dalam hal perakitan dan reparasi produk PRINSIPAL, AGEN wajib
menunjuk 2 orang yang dipekerjakanya untuk menjalani pelatihan khusus
yang diadakan oleh pihak PRINSIPAL diwilayah yang ditentukan PRINSIPAL,
tanpa membebani AGEN dengan biaya apapun.
2. Orang-orang yang ditunjuk sebagaimana termuat dalam pasal 4 ayat 1
wajib memberikan pelatihan kepada setiap orang yang dipekerjakan oleh
AGEN dengan biaya AGEN sendiri mengadakan pelatihan bagi seluruh
karyawannya mengenai perakitan dan reparasi produk PRINSIPAL.
3. PRINSIPAL memberikan pelatihan dengan biaya sendiri tanpa meminta
kompensasi apapun kepada AGEN dalam hal adanya produk jenis baru yang
dihasilkan oleh PRINSIPAL
PASAL 5
KOMISI
AGEN berhak memotong sendiri komisinya sebesar 20%
dari setiap produk yang berhasil di jual dalam setiap transaksi, sebelum
pembayaran diberikan kepada PRINSIPAL.
PASAL 6
LARANGAN
1. AGEN tidak berwenang membawa nama PRINSIPAL atas perjanjianya kepada pihak ketiga tanpa meminta persetujuan kepada PRINSIPAL
2. AGEN tidak berhak menentukan harga penjualan produk PRINSIPAL tanpa persetujuan dari PRINSIPAL
PASAL 7
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
Perjanjian ini akan mulai mengikat kedua pihak pada tanggal 7 Juni
2010 pada pukul 00:01 WIB, dan akan berlaku untuk masa 5 tahun sejak
tanggal berlakunya dan dapat diperpanjang atau dihentikan sesuai
kesepakatan kembali para pihak yang akan mulai di negosiasikan minimal
dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlakunya habis.
PASAL 8
SYARAT PERJANJIAN
1. Dalam hal Agen dalam masa 1 tahun gagal mendapatkan order, perjanjian ini otomatis berakhir tanpa pemberitahuan tertulis
2. Dalam hal perjanjian berakhir sebagaimana termuat dalam pasal 8 ayat
1, tidak menimbulkan kewajiban dari para pihak memberikan ganti kerugian
apapun pada pihak lainnya
3. Dalam hal perjanjian berakhir sebagaimana termuat dalam pasal 8 ayat
1, mewajibkan AGEN untuk mengembalikan produk yang telah dikirimkan oleh
PRINSIPAL dengan biaya AGEN sendiri dan dalam kondisi baik sebagaimana
PRINSIPAL mengirimkan pada AGEN
4. Dalam hal Agen jatuh pailit, maka Prinsipal berhak menghentikan
keagenannya dan perjanjian ini menjadi batal. Dengan demikian Prinsipal
dapat mengangkat penanggung jawab untuk menangani semua atau sebagian
besar hartanya yang ada pada Agen
PASAL 9
PERUBAHAN PERJANJIAN
Perjanjian ini tidak dapat diubah, diperbaili atau ditambah, kecuali
setelah asa persetujuan dari kedua belah pihak secara tertulis
PASAL 10
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Dalam hal terjadi perselisihan antara kedua belah pihak dalam perjanjian, maka akan diselesaikan dengan jalan musyawarah
2. Apabila jalan musyawarah seperti tersebut pada ayat (1) tidak
tercapai, maka semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini akan
diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)
PASAL 11
KEADAAN MEMAKSA
Dalam hal adanya bencana alam dan kerusuhan dalam lingkup nasional
yang mengakibatkan gagalnya prestasi salah satu pihak, maka pihak
lainnya tidak dapat menuntut adanya ganti kerugian
PASAL 12
LAIN-LAIN
1. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih
lanjut dengan suatu persetujuan kedua belah pihak secara tertulis
2. Persetujuan tertulis sebagaimana dinyatakan dalam ayat 1, merupakan
bagian dari perjanjian dan sama mengikatnya dengan perjanjian.
Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak dan mulai berlaku sebagaimana termuat dalam perjanjian ini
sumber: https://justiceinmanyrooms.wordpress.com/2012/02/10/contoh-perjanjian/